22 Maret 2013

INSAN YANG TERPILIH



INSAN YANG TERPILIH
Apakah yang terbersit dalam pikiran kita saat merasakan kebahagiaan? Pastinya kita akan berkata “ Ya, tentu saja Saya pantas mendapatkannya”, “ Saya sangat beruntung” atau “Wah, Tuhan baik sekali telah memberikan hadiah ini”. Ungkapannya sangat beragam dan yang pasti sangat menggambarkan kesukaan.
Bagaimana kalau yang terjadi sebaliknya, kita dihadapkan pada suatu keadaan yang membuat kita merasa serba kesusahan. Semisal ditimpa musibah kecelakaan, kemalingan, sakit atau kehilangan orang yang kita kasihi. Sebagian besar kita akan sering berkeluh kesah, meratapi nasib dan tak jarang pada akhirnya menyalahkan takdir Tuhan. Menganggap Tuhan telah pilih kasih, membandingkan penderitaan kita dengan apa yang tidak dialami oleh orang lain. “Tuhan, kenapa harus Saya yang mengalaminya. Mengapa bukan orang lain?” sadar atau pun tidak kita pernah berpikir seperti itu.
Kita tidak menyadari betapa dibalik segala kesusahan yang menimpa, sesungguhnya tersimpan makna yang luar biasa dashyatnya. Mengutip pepatah yang mengatakan “ hidup adalah cobaan”,  memang benar adanya karena selama kita hidup di dunia pasti akan selalu ada cobaan yang menyertai. Kalau tak ingin merasakan kesusahan dan cobaan, ya tak usah hidup saja. So simple, he..he..


Masih bertanya-tanya akan makna kesusahan yang diberikan Tuhan? Dari hasil perburuan Saya menemukan jawaban bahwa menurut Al Qur'an dan Hadits, kesusahan atau cobaan itu paling sedikit mencakup 3 dimensi :

  1. Sebagai hukuman dari Allah SWT atas ketidaktaatan yang dilakukan manusia pada aturan yang telah ditetapkan-Nya (hukum sebab akibat). 
  2. Sebagai penghapusan dosa sehingga dengan adanya demikian diakhirat nanti terdapat dosa yang tidak diperhitungkan lagi sebab hukumannya sudah ditunaikan Allah SWT di dunia (sebagai penebus dosa). 
  3. Sebagai cobaan dan ujian untuk kenaikan derajat di mata Allah SWT (sebagaimana yang dialami  oleh Rasulullah).
Dari ketiga poin diatas pastinya kita jadi berpikir kira-kiranya cobaan yang ditimpakan Tuhan kepada kita tergolong yang mana. Jangan sampai deh, Allah memberikan cobaan sebagai hukuman. Yang jelas harus terus berusaha agar setiap tingkah laku kita jauh dari hal-hal yang dilarang dan dibenci sang Khalik. Sekalipun suatu saat atau bahkan saat ini  kita mengalami cobaan, berpikiran positif aja kalo cobaan itu merupakan ujian tanda kasih Tuhan pada kita. Bukankah Tuhan itu seperti apa yang kita pikirkan? 


So, seberat apapun cobaan yang kita alami, jangan berpikir Tuhan tidak menyayangi kita. Justru sebaliknya, dengan cobaan itu sesungguhnya Tuhan ingin merangkul kita untuk selalu dekat pada-Nya, selalu mengingat-Nya. Tiada makhluk yang paling beruntung selain makhluk yang selalu dirindukan Tuhannya. Tidak semua orang dapat merasakannya, karena orang-orang yang selalu diuji adalah insan yang terpilih :) ....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Blog List

Snag a button