INSAN YANG
TERPILIH
Apakah yang
terbersit dalam pikiran kita saat merasakan kebahagiaan? Pastinya kita akan
berkata “ Ya, tentu saja Saya pantas mendapatkannya”, “ Saya sangat beruntung”
atau “Wah, Tuhan baik sekali telah memberikan hadiah ini”. Ungkapannya sangat
beragam dan yang pasti sangat menggambarkan kesukaan.
Bagaimana kalau
yang terjadi sebaliknya, kita dihadapkan pada suatu keadaan yang membuat kita
merasa serba kesusahan. Semisal ditimpa musibah kecelakaan, kemalingan, sakit
atau kehilangan orang yang kita kasihi. Sebagian besar kita akan sering
berkeluh kesah, meratapi nasib dan tak jarang pada akhirnya menyalahkan takdir
Tuhan. Menganggap Tuhan telah pilih kasih, membandingkan penderitaan kita
dengan apa yang tidak dialami oleh orang lain. “Tuhan, kenapa harus Saya yang
mengalaminya. Mengapa bukan orang lain?” sadar atau pun tidak kita pernah
berpikir seperti itu.
Kita tidak
menyadari betapa dibalik segala kesusahan yang menimpa, sesungguhnya tersimpan
makna yang luar biasa dashyatnya. Mengutip pepatah yang mengatakan “ hidup
adalah cobaan”, memang benar adanya karena
selama kita hidup di dunia pasti akan selalu ada cobaan yang menyertai. Kalau
tak ingin merasakan kesusahan dan cobaan, ya tak usah hidup saja. So simple,
he..he..
Masih
bertanya-tanya akan makna kesusahan yang diberikan Tuhan? Dari hasil perburuan
Saya menemukan jawaban bahwa menurut Al Qur'an dan Hadits, kesusahan
atau cobaan itu paling sedikit mencakup 3 dimensi :
- Sebagai hukuman dari Allah SWT atas ketidaktaatan yang dilakukan manusia pada aturan yang telah ditetapkan-Nya (hukum sebab akibat).
- Sebagai penghapusan dosa sehingga dengan adanya demikian diakhirat nanti terdapat dosa yang tidak diperhitungkan lagi sebab hukumannya sudah ditunaikan Allah SWT di dunia (sebagai penebus dosa).
- Sebagai cobaan dan ujian untuk kenaikan derajat di mata Allah SWT (sebagaimana yang dialami oleh Rasulullah).
Dari ketiga poin
diatas pastinya kita jadi berpikir kira-kiranya cobaan yang ditimpakan Tuhan
kepada kita tergolong yang mana. Jangan sampai deh, Allah memberikan cobaan
sebagai hukuman. Yang jelas harus terus berusaha agar setiap tingkah laku kita jauh dari hal-hal yang dilarang dan dibenci sang Khalik. Sekalipun suatu saat atau bahkan saat ini kita mengalami cobaan, berpikiran positif aja kalo cobaan itu merupakan ujian tanda kasih Tuhan pada kita. Bukankah Tuhan itu seperti apa yang kita pikirkan?
So, seberat apapun cobaan yang kita alami, jangan berpikir Tuhan tidak menyayangi kita. Justru sebaliknya, dengan cobaan itu sesungguhnya Tuhan ingin merangkul kita untuk selalu dekat pada-Nya, selalu mengingat-Nya. Tiada makhluk yang paling beruntung selain makhluk yang selalu dirindukan Tuhannya. Tidak semua orang dapat merasakannya, karena orang-orang yang selalu diuji adalah insan yang terpilih :) ....
So, seberat apapun cobaan yang kita alami, jangan berpikir Tuhan tidak menyayangi kita. Justru sebaliknya, dengan cobaan itu sesungguhnya Tuhan ingin merangkul kita untuk selalu dekat pada-Nya, selalu mengingat-Nya. Tiada makhluk yang paling beruntung selain makhluk yang selalu dirindukan Tuhannya. Tidak semua orang dapat merasakannya, karena orang-orang yang selalu diuji adalah insan yang terpilih :) ....
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar