Here I am ... Berada di depan PC adalah saat-saat yang paling menyenangkan buatku. Tempat ternyaman untuk berkelana meluapkan semua rasa, asa dan berjuta imaji yang seringkali terendap tak tersalurkan. Terlebih disaat-saat sepi dari peradaban seperti hari ini. Sejenak melepas rutinitas kantor yang tak pernah habisnya. Walaupun sedikit harus "waspada" dengan satu dua kepala yang seringkali berseliweran di depan meja kerjaku dan seringkali iseng mengintip layar PC yang sedang ku buka. Barangkali itu juga yang membuat mereka penasaran dengan kesibukan dan keasyikan-ku sendiri. Memang sih, kalau sudah berteman PC seringkali aku larut dalam kesendirian dan tak mengindahkan dunia sekitarku. Don't ask me how much I love to browsing, terlebih kalo udah ketemu blog yang seru. Membaca kisah-kisah inspiratif para penulis pemula sampai mereka berhasil menerbitkan sebuah tulisan berwujud buku atau novel, membuat adrenalinku terpacu. I really wanna be like them, pengen banget punya hasil karya yang diterbitkan menjadi buku. Tulisan yang bisa dibaca banyak orang, bisa bikin orang terhibur dengan apa yang aku tulis or at least sekedar berbagi pikiran.
Plok...
Tuh kan baru aja aku bilang, tiba-tiba muncul satu makhluk pengganggu yang membuyarkan konsentrasiku, "nyamuk" kantor yang mendadak berada disebelah meja kerja-ku dan berusaha mengusik ketenangan. Setelah berduel perang mulut seper sekian detik, akhirnya dia beranjak pergi.
Yes... akhirnya aku bisa bernapas lega dan melanjutkan "duniaku". Just like what I say, my big desire is to be a real writer. Menulis membuat aku seolah hidup dalam dunia baru. Dunia yang penuh dengan semangat. Dunia yang membuncahkan ide dan inspirasi, tempat berkeluh kesah sepuasnya tanpa harus dibelenggu interupsi dan penghakiman. Tempat terbaik ketika orang-orang lebih suka berkumpul dan memulai aktifitas per-gosip-an dan menciptakan berita teraktual tentang si A atau si B, suatu hal yang ingin aku hindari sebisa mungkin.
Inilah aku yang penuh dengan impian, yang tak kan bisa dimengerti oleh orang-orang betah dengan zona amannya. Orang-orang yang berpaham hidup itu mengalir saja dan tak perlu melakukan hal-hal yang tak pasti. Terlepas dari anggapan itu, sebenarnya aku hanya ingin melakukan sesuatu yang aku sukai. Mungkin sama halnya seperti para lelaki yang menggilai sepak bola atau permainan play station, aku merasa attract dengan hal-hal berbau tulisan.Walau aku akui sebenarnya tidak terlalu suka membaca buku atau novel-novel yang berat.
Yang jelas seingatku hobi menulis sebenarnya sudah ada sejak aku masih di Sekolah Dasar, yah meski hanya menulis diary. Tapi dari sana aku menyadari bahwa dengan menulis aku bisa mencurahkan segenap isi hati. Lalu ketika beranjak remaja, mungkin sekitar kelas 2 SMP aku ingat sempat membuat sebuah cerpen yang kukerjakan sendiri dengan menggunakan mesin tik. Di masa itu komputer masih merupakan barang langka. Sayangnya cerpen itu hilang tak berbekas saat seorang teman meminjamnya dan tak pernah mengembalikan. Padahal aku penasaran juga ingin membaca lagi cerpen ala ABG-ku dulu, ingin tahu gaya bahasa yang kupakai saat itu.
Sekarang setelah bertahun-tahun berlalu, hasrat menulis kembali menggeliat. Puncaknya saat menemukan situs blogger tercinta ini. Walau tulisanku masih dalam hitungan jari tapi cukup memberi kepuasan batin setiap kali mengunjungi laman demi lamannya. Terlebih lagi setelah menemukan situs nulis buku, sebuah situs yang membuka kesempatan bagi penulis pemula untuk menerbitkan tulisannya menjadi sebuah buku, membuat semangatku semakin menjadi. Saat ini aku sudah mulai membuat sebuah fiksi, baru beberapa halaman sih tapi mudah-mudahan bisa diselesaikan sampai the end. Kalo ditanya kapan bakal terselesaikan, jawabannya "haha.. I need mood booster" :D Sebenarnya bukan hanya mood yang perlu di-charging, tapi bagaimana menyiasati kesibukan kerja di kantor dan di rumah yang memerlukan sedikit "celah waktu". Terus terang akhir-akhir ini susah sekali mencari waktu senggang untuk menulis lagi. Well, aku berharap mudah-mudahan semua "mimpi" yang sedang bertengger di kepala ini bakal menemukan jalannya. Soon or later, I will be whatever I want to be.. Amin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar